Monday, October 5, 2015

Misteri Dan Khasiat Air Zam Zam I





A
ir Zam Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda, ”Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini? Sebelum membahasnya mari kita ketahui dulu makna, sejarahnya dan misteri dari air Zam Zam yang tidak pernah habis. Setelah itu, kita bahas khasiat dari air Zam Zam ini di bahagian ke-2.


Makna Zam Zam

   Kata Zam Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah. Adapun air Zam Zam yang dimaksud oleh syari’at, yaitu air yang berasal dari sumur Zam Zam. Letaknya dari Ka’bah 21 meter. Dinamakan Zam Zam sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin.

   Dinamakan dengan Zam Zam, bisa juga diambil dari perbuatan Hajar. Ketika air Zam Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Atau diambil dari galian Malaikat Jibril dan perkataannya, ketika ia berkata kepada Hajar.

Disebutkan juga, bahwa nama Zam Zam adalah ‘alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan berasal dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam Zam tersebut, karena zamzamatul ma’ adalah, suara air itu sendiri.

Nama lain Zam Zam, sebagaimana telah diketahui, antara lain ia disebut Barrah, artinya, Kebaikan; Madhmunah, artinya, Yang Berharga; Taktumu, artinya, Yang Tersembunyi; Hazmah Jibril, artinya, Galian Jibril; Syifa’ Suqim, artinya, Obat Penyakit; Tha’amu Tu’im, artinya, Makanan; Syarabul Abrar, artinya, Minuman Orang-orang Baik; Thayyibah, artinya, Yang Baik.


Sejarah Munculnya Air Zam Zam

   Disebutkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadits Ibnu ‘Abbas. Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim Alayhis Salam menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka’bah, di suatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam Zam. Waktu itu, tidak ada seorangpun di Makkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alayhis Salam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun Hajar mengikutinya seraya mengatakan, ”Wahai Ibrahim! Kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia yang lainnya?”

   Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim Alayhis Salam tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya, ”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?” Jawab Nabi Ibrahim Alayhis Salam, “Ya”. “Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar. Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim Alayhis Salam terus melanjutkan perjalanannya.

   Sesampainya di Tsaniyah - jalan bebukitan, arah jalan ke Kada’, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam ketika memasuki Mekkah juga melewati jalan tersebut, dan keluarganya tidak dapat melihatnya lagi - Nabi Ibrahim Alayhis Salam menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a: “Ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami! (Yang demikian itu,) Agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” [QS Ibrahim 14:37]

   Ummu (Ibunda) Ismail menyusui anaknya dan meminum dari kantong air tersebut. Hingga akhirnya air itu pun habis, dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis. Dia pun pergi untuk mencari sumber air, karena tidak tega melihat anaknya kehausan.

   Pergilah dia menuju bukit terdekat, yaitu bukit Shafa, dan berdiri di atasnya. Pandangannya diarahkan ke lembah di sekelilingnya, barangkali ada orang disana. Akan tetapi, ternyata tidak ada. Dia pun turun melewati lembah sampai ke bukit Marwa. Berdiri di atasnya dan memandang barangkali ada manusia di sana? Tetapi, ternyata tidak juga. Dia lakukan demikian itu hingga tujuh kali. Kemudiannya perbuatan Ummu Ismail, Hajar ini, menjadi bagian dari melakukan Ibadah Haji dan Umrah.

Ketika berada di atas bukit Marwa, dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Diam”! Setelah diperhatikannya ternyata memang benar dia mendengar suara, kemudian dia pun berkata, “Aku telah mendengar, apakah di sana ada pertolongan?” Tiba-tiba dia melihat Malaikat Jibril, yang mengais tanah dengan kakinya (atau dengan sayapnya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain), kemudian memukulkan kakinya di atasnya. Maka keluarlah darinya pancaran air.

Hajar pun bergegas mengambil dan menampungnya. Diciduknya air itu dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam tempat air. Setelah diciduk, air tersebut justru semakin memancar. Dia pun minum air tersebut dan juga memberikan kepada putranya, Ismail. Lalu Malaikat Jibril berkata kepadanya, “Jangan takut terlantar. Sesungguhnya, di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail Alayhis Salam) bersama ayahnya (Ibrahim Alayhis Salam). Dan sesungguhnya, Allah tidak akan menelantarkan hambanya.”

   Beberapa waktu kemudian, datanglah orang-orang dari kabilah Jurhum turun di lembah Makkah. Mereka turun karena melihat burung-burung yang berputar-putar. Mereka berkata, ”Burung ini berputar-putar di sekitar air. Kami yakin di lembah ini ada air,” lalu mereka mengirim utusan, dan ternyata benar mereka mendapatkan air. Utusan itupun kembali dan memberitahukan kepada orang-orang yang mengutusnya tentang adanya air. Merekapun kemudian mendatanginya, dan meminta izin dari Ummu Ismail (Hajar), bahwa mereka akan mampir ke sana. Ummu Ismail pun mempersilahkan dengan syarat, bahwa mereka tidak berhak memiliki (sumber) air tersebut, dan kabilah Jurhum ini pun setuju.


Penemuan Kembali Air Zam Zam

   Ketika Abdul Muthalib sedang tidur di Hijr Ismail, dia mendengar suara yang menyuruhnya menggali tanah. “Galilah Thayyibah - Yang Baik!” Tanyanya, “Yang baik yang mana?”

Esoknya, ketika tidur di tempat yang sama, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali Barrah - Yang baik?” Dia bertanya, “Benda yang baik yang mana?” Lalu dia pergi.

Keesokan harinya, ketika tidur di tempat yang sama di Hijr Ismail, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali Madhmunah - Sesuatu Yang Berharga. Dia bertanya,” Benda yang baik yang mana?”

Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya: “Galilah Zam-Zam!” Dia bertanya, ”Apa itu Zam-Zam?” Dia mendapat jawaban: “Air yang tidak kering dan tidak meluap, yang dengannya engkau memberi minum para haji. Dia terletak di antara tahi binatang dan darah. Berada di patukan gagak yang hitam, berada di sarang semut”.

   Sesaat Abdul Muthalib bingung dengan tempatnya tersebut, sampai akhirnya ada kejelasan dengan melihat kejadian yang diisyaratkan kepadanya. Kemudian iapun bergegas menggalinya. Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya,”Apa yang engkau kerjakan, hai Abdul Muthalib? Dia menjawab,”Aku diperintahkan menggali Zam Zam,” sampai akhirnya ia beserta anaknya, Harits mendapatkan apa yang diisyaratkan dalam mimpinya, menggali kembali sumur Zam Zam yang telah lama dikubur dengan sengaja oleh suku Jurhum, tatkala mereka terusir dari kota Mekkah.


M
isteri di balik air Zam Zam yang tidak pernah habis. Air Zam Zam adalah sumber mata air yang paling aneh dan unik di dunia. Pasalnya sejak dulu air tersebut tidak pernah habis. Walaupun memasuki musim haji di mana jutaan orang mengambil air tersebut, sumber air tersebut tidak pernah kering, walau sekali pun. Selain itu, air Zam Zam juga memiliki banyak keajaiban.

   Tentu kita merasa penasaran dengan hal tersebut. Berapa banyak air yang dikuras setiap kali musim haji? Jamaah haji yang datang dari seluruh belahan dunia setiap musim haji umumnya berjumlah sekitar 2 juta jamaah. Semua jamaah mendapatkan 5 liter air Zam Zam saat pulang ke tempat asalnya. Jika 2 juta orang pulang dengan masing-masing 5 liter air Zam Zam ke negaranya, setidaknya sudah 10 juta liter air yang diambil. Ini belum termasuk kebutuhan konsumsi para jamaah haji yang berada di sana selama 25 hari di mana tiap orang menghabiskan setidaknya 1 liter air sehari. Jadi totalnya sudah mencapai 50 juta liter.


Misteri Di Balik Air Zam Zam Yang Tidak Pernah Habis

   Mengapa Air Zam Zam Selalu Melimpah? Seorang doktor asal Mesir pada tahun 1971 mengatakan pada Pers Eropa bahwa air Zam Zam tidak sehat untuk dikonsumsi. Dasar asumsinya adalah karena kota Makkah berada di bawah garis laut. Menurut dokter Mesir tersebut, air Zam Zam berasal dari air sisa atau limbah warga kota Mekah yang meresap dan mengendap yang kemudian terbawa bersama dengan air hujan setelah itu keluar di sumur Zam Zam.

Akhirnya, berita itu sampai ke Raja Faisal. Raja pun mengutus Menteri Pertanian dan Sumber Air agar menyelidiki masalah tersebut. Raja pun kemudian mengirim contoh air Zam Zam ke berbagai laboratorium di Eropa untuk diuji. Insinyur kimia bernama Tariq Hussain yang bertugas di Jedah mendapatkan mandat untuk menyelidikinya. Saat memulai tugas, Tariq belum memiliki gambaran bagaimana sumber air Zam Zam dapat menyimpan air yang sangat banyak seolah tidak ada batasnya. Ia ingin memecahkan misteri air Zam Zam yang tidak pernah habis.

Tariq sangat terkejut saat melihat bahwa ukuran sumur tersebut hanya sekitar 5 x 4 meter. Tentu sulit dibayangkan sumur yang kecil ini dapat mengeluarkan jutaan liter air setiap musim haji. Hal tersebut juga sudah berlangsung selama ribuan tahun silam sejak zaman Nabi Ibrahim Alayhis Salam. Berdasarkan hasil penelitian, mata air Zam Zam dapat memancarkan air 11 - 18 liter per detik. Jadi setiap menit dapat dihasilkan 660 liter air. Fakta ini tentu sangat mencengangkan.


Berapa Kedalaman Sumur Zam Zam?

Tariq mulai mengukur berapa kedalaman air sumur Zam Zam. Beliau meminta asistennya untuk masuk ke dalam. Air sumur itu ternyata hanya mecapai bahu asistennya yang tingginya 5 ft 8 inch (lk 1,7 meter). Kemudian ia meminta asistennya untuk memeriksa jika mungkin ada saluran pipa atau cerukan di bawahnya. Namun setelah memeriksa semua tempat ternyata tak ada apapun.

Beliaupun berpikir apakah mungkin air sumur ini disuplai dari luar lewat saluran pompa yang berkekuatan besar. Jika kejadiannya seperti itu, ia dapat melihat naik turunnya permukaan air secara signifikan. Namun dugaan Tariq ini tidak terbukti karena tidak ditemukan adanya gerakan air mencurigakan dan tidak ada alat yang dapat menyuplai air dalam jumlah yang besar.

Kemudian, Tariq meminta asistennya masuk kembali ke dalam sumur kemudian memintanya berdiri dan diam sambil mengamati sekitarnya. Tidak lama setelah itu, asistennya mengatakan bahwa di bawah telapak kakinya pasir halus seolah menari-nari dan air tersebut keluar dari dasar sumur.

Kemudian asistennya diminta untuk mengelilingi sumur saat pemompaan air yang akan dialirkan ke tempat distribusi air. Asisten tersebut merasakan bahwa jumlah air yang keluar dari dasar sumur itu sama besar seperti sebelum dipompa. Aliran air yang muncul jumlahnya sama di tiap titik sehingga permukaan sumur tersebut relatif stabil dan tidak menimbulkan guncangan besar.


Kandungan Air Zam Zam

    Setelah air Zam Zam diteliti di Saudi Arabia dan Eropa, menunjukkan bahwa air Zam Zam mengandung fluorida yang efektif untuk membunuh kuman seperti sudah mengandung obat. Perbedaan antara air Zam Zam daripada air sumur biasa di kota Arab dan Mekah adalah dalam hal jumlah garam magnesium dan kalsium. Air Zam Zam mengandung kedua mineral tersebut sedikit lebih banyak. Ini mungkin sebabnya Zam Zam memberikan efek yang menyegarkan untuk jamaah yang letih.

   Selain itu, komposisi kandungan garam dan rasanya selalu sama sejak sumur ini terbentuk. Rasa tersebut selalu terjaga dan diakui oleh seluruh jamaah haji dan umroh yang selalu ke sana setiap tahun. Berdasarkan penelitian ilmiah di laboratorium Eropa, air Zam Zam memang lain. Zat yang terkandung di air tidak sama dengan sumur lainnya di sekitar Makkah. □ AFM

Bersambung ke:  Misteri Dan Khasiat Air Zam Zam II


Sumber:
https://www.facebook.com/nabiAllah.2/posts/509240072459658
http://www.bacathok.com/2015/01/kenapa-air-zam-zam-tak-pernah-habis.html
https://herbahamdalah.wordpress.com/
rindusunnah.com, forumjualbeli.net □□□

Blog Archive