Tuesday, December 12, 2017

Relik Rasulullah SAW




 
B
Bila kita mengenang Sang Terkasih Muhammad Rasulullah SAW  - apalagi sekarang masih bulan Rabiul Awwal, dimana tanggal 12 adalah hari kelahiran Rasul SAW,  kita hanya bisa menjumpainya melalui do’a-do’a baik dalam shalat atau selesai shalat yang kita lantunkan. Juga memohon syafa’at kepada Allah SWT melalui shalawat kepada Nabi SAW untuk keselamatan kita di akhirat dan kebaikan hidup kita di dunia , tidakkah foto-foto image berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Nabi Tercinta, kekasih Allah, pribadi mulia sebagai rahmatan lil ‘ālamīn.

   Ribuan orang jamaah Umrah dan Jutaan jamaah Haji secara bergiliran sebagiannya berdiri menghadap pintu makam Nabi untuk bershalawat dan berdo’a sampai ada yang meneteskan air matanya. Mereka berziarah ke makam beliau di Masjid Madinah Al-Munawarah melalui dinding yang didalamnya ada makam Beliau SAW bersama Abubakar RA dan Umar bin Khathab RA.

   Makamnya berada disamping kiri bagian Raudah - tempat atau ruang antara rumahnya dan mimbar tempat Beliau SAW berkhutbah, dulunya merupakan rumah kediaman Rasulullah SAW yang berdempetan dengan Masjid Nabawi Al-Madinah Al-Munawarah yang dibatasi dinding. Mari kita lihat gambar replika rumahnya dan masjid Madinah tempo doeloe, lihat Gambar - 1; Masjid Madinah Al-Munawarah sekarang, lihat Gambar - 2; Kemudian image makamnya dari luar, lihat Gambar - 3; Dan dari dalam, lihat Gambar - 4.






   Relik Rasulullah SAW, apa makna relik ini? Dalam kamus Cambridge Dictionary  “relic” (dibahasa Indonesiakan relik) disebutkan an object from the past, esp. one that has no modern use but is often valued for its meaning or importance in history. Juga berarti a relic is also a part of the body or clothing of a saint (holy person), or something that belonged to a saint. Artinya, “Sebuah objek dari masa lalu, khususnya yang tidak ada di zaman modern ini namun sering dinilai ada arti atau kepentingannya dalam sejarah. Relik juga merupakan bagian dari tubuh atau pakaian orang suci, atau sesuatu yang dimiliki orang suci – dalam uraian ini adalah peninggalan dari jejak-jejak Rasulullah yang masih kita dapati hingga hari ini sebagai bukti sejarah.

   Jejak-jejak Nabi Muhammad SAW dalam bentuk relik tak hanya bisa dijumpai di Makkah atau Madinah di Arab Saudi, kita pun bisa menjumpainya di wilayah yang agak jauh dari situ, yaitu di Turki, atau tepatnya di Istana Topkapi, karena sebagian relik ini tersimpan disana. Ini dilakukan Turki Utsmaniyyah yang ketika itu menjadi khilafah umat muslim sedunia. Menyadari hal itu, maka diboyonglah benda-benda sejarah jejak Rasulullah itu ke Turki.

   Istana Topkapi ini terletak di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn) dan Laut Marmara ini merupakan bangunan khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya.

   Kompleks Istana Topkapi terletak di belakang bangunan Hagia Sophia (Aya Sofya) yaitu dulunya bangunan gereja ortodok Yunani, kemudian menjadi Mesjid Kesultanan Utsmaniyyah (Ottoman Empire), dan sekarang menjadi meseum Aya Sofia Muzēsi, lihat Gambar - 5. Topkapi dalam bahasa Turki berarti Gerbang Meriam. Kompleks Istana Topkapi ini tercatat pernah mengalami renovasi sebanyak dua kali, yakni setelah gempa bumi 1509 dan kebakaran tahun 1665. Sebanyak 24 Sultan Turki Utsmaniyah pernah mendiami istana itu. Saat ini, Istana Topkapi telah beralih fungsi. Bangunan megah itu telah diubah menjadi sebuah museum. Lihat Gambar – 6, Kompleks Istana Topkapi Tampak Dari Udara; Lihat Gambar – 7, Sebahagian Ruang Dalam Istana Topkapi; Gambar – 8,  Pintu Gerbang Museum Topkapi.








Banyak benda peninggalan kejayaan kesultanan Utsmaniyah yang tersimpan di sana. Tapi mungkin yang paling menarik bagi umat Islam adalah benda-benda peninggalan milik Nabi Muhammad SAW yang tersimpan di Paviliun Relik Suci.


Sejarah Singkat

Istana Topkapi adalah istana di Istanbul, Turki, yang merupakan kediaman resmi kesultanan Utsmaniyah atau dikenal juga dengan sebutan kekaisaran Turki Ottoman selama lebih dari 400 tahun (1465-1856). Pembangunan Istana Topkapi ini dimulai pada tahun 1459 atas perintah Sultan Mehmed II. Kompleks Istana Topkapi terdiri dari empat lapangan utama dan banyak bangunan-bangunan kecil. Pada puncaknya, istana ini dihuni oleh 4.000 orang.

   Berdiri di tanah seluas sekitar 592.600 – 700.000 m² dan dikelilingi tembok sepanjang 5 kilometer, Istana Topkapi merupakan rumah bagi para Sultan Utsmaniyah selama 4 abad. Dimulai dengan Sultan Mehmed II yang menaklukkan Istanbul dari kekuasaan Kekaisaran Roma pada tahun 1453. Instruksi pertamanya adalah membangun sebuah istana sebagai pusat dari kesultanan Utsmaniyah.

   Mulai saat itulah Istana Topkapi dibangun dan terus mengalami perubahan dari masa ke masa hingga pemerintahan Sultan Abd-ul-Mejid I yang meninggalkan Istana Topkapi untuk tinggal di istananya yang baru di Istana Dolmabahce Bosphorus, sehingga Istana Topkapi menjadi terlantar. Istana Topkapi baru kembali dilirik pada tahun 1923, ketika dilakukan renovasi besar-besaran oleh pemerintah Turki yang mengubah istana menjadi museum yang banyak dikunjungi hingga kini.


Peninggalan Sejarah Islam

Masih di lingkungan Istana Topkapi, juga ada peninggalan sejarah khususnya sejarah Islam, benda-benda yang pernah dipakai Nabi Muhammad SAW. Para pengunjung seperti dibawa ke zaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Berbagai peninggalan itu ditempatkan di dalam suatu ruang khusus yang terpisah dari Istana Topkapi. Ruangan itu bernama Paviliun Relik Suci.

   Lebih menarik lagi, sepanjang dan selama para pengunjung melihat barang-barang bersejarah itu kita bisa mendengar alunan bacaan Al-Qur’an oleh 24 orang Hafiz Qur’an secara bergantian 24 jam nonstop. Dan bayangkan, lantunan ayat suci itu sudah berlangsung tanpa jeda sejak tahun 1517

   Benda-benda yang terkait Rasulullah SAW terdapat pedang hitam (Pedang Nabawi), mantel, gigi (Nabi Muhammad SAW yang tanggal pada Perang Uhud), bakiak, tasbih kayu, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel dan berbagai benda lainnya. Selain itu, terdapat pula pedang-pedang milik ke-empat sahabat Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin RA di antaranya pedang Abu Bakar as-Siddiq RA, Umar bin Khattab RA, Utsman bin Affan RA dan Ali bin Abi Thalib RA.

   Kemudian yang paling menakjubkan adalah cetakan telapak kaki kanan Nabi Muhammad SAW. Telapak kaki kanan itu tercetak saat peristiwa Mi’raj. Sedangkan telapak kaki kirinya kini tersimpan di Masjid Al-Aqsa, Jerusalem

   Terdapat pula beberapa surat buatan Nabi Muhammad SAW. Surat itu ditulis kepada Al-Muqawqis (Pemimpin Mesir) dan Musailamah Al Kazzab (si Pembohong yang mengaku sebagai nabi). Surat untuk Al-Muqawqis ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada tahun 1850.

   Peninggalan penting lainnya adalah manuskrip Al-Qur’an yang pertama. Sebelum Al-Quran disatukan menjadi kitab, manuskrip pertama Al-Qur’an dituliskan di atas lembaran kulit binatang. Salah satu yang tersimpan di Istana Topkapi menyuratkan Surah Al-Qadr.

Barang lain yang juga dipajang di sana dan dapat dinikmati pengunjung ialah tongkat Nabi Musa AS, sorban Nabi Yusuf AS, potongan sorban Syekh Abdul Qadir Jaelani, mangkuk Nabi Ibrahim AS, pedang Nabi Daud AS, jubah dan sajadah Fatimah Al Zahra. Anda juga bisa menemukan pintu-pintu Ka’bah tua dari berbagai negara di dunia, termasuk kunci-kuncinya. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.

   Pada blog ini tidak semua seperti yang disebutkan diatas dapat ditampilkan image fotonya hanya sebagian, Lihat Gambar - 9.



Relik Dokumen Rasul SAW

Pada masa awal setelah diangkat sebagai utusan Allah (Rasulullah) Nabi Muhammad SAW membangun komunikasi dengan para pemimpin suku dan pemimpin negara lain. Beliau mengirim utusan yang membawa surat ajakan masuk Islam. Korespondensi melalui surat itu tujukan kepada Heraclius (kaisar Romawi), Raja Negus (penguasa  Ethiopia), dan Khusrau (penguasa Persia).

   Sejarah mencatat, waktu itu Heraclius (Raja Romawi) dan Kisra (Raja Persia) merupakan dua kerajaan yang terkuat pada zamannya, dan merupakan dua orang yang telah menentukan jalannya politik dunia serta nasib seluruh penduduknya. Perang antara dua kerajaan ini berkecamuk dengan kemenangan yang selalu silih berganti.

Pada mulanya Persia adalah pihak yang menang. Ia menguasai Palestina dan Mesir, menaklukkan Baitul Maqdis (Yerusalem) dan berhasil membawa Salib Besar (The True Cross). Kemudian giliran Persia mengalami kekalahan lagi. Panji-panji Bizantium kembali berkibar lagi di Mesir, Suriah serta Palestina, dan Heraklius berhasil mengembalikan salib itu.

   Kalau saja orang ingat akan kedudukan kedua kerajaan itu, mereka akan dapat mengira-ngira betapa besarnya dua nama ini, yang mendengarnya saja hati orang sudah gentar. Tiada satu kerajaan pun yang pernah berpikir hendak melawan mereka. Yang terlintas dalam pikiran orang ialah hendak membina persahabatan dengan keduanya. Jika kerajaan-kerajaan dunia yang terkenal pada waktu itu saja sudah demikian keadaannya, apalagi negeri-negeri Arab.

   Yaman dan Irak waktu itu di bawah pengaruh Persia, sedang Mesir sampai ke Syam di bawah pengaruh Heraclius. Pada waktu itu Hijaz dan seluruh semenanjung jazirah terkurung dalam lingkaran pengaruh kedua imperium ini. Kehidupan orang Arab pada  masa itu hanya tergantung pada soal perdagangan dengan Yaman dan Syam. Dalam hal ini perlu sekali mereka mengambil hati Kisra dan Heraclius agar kedua kerajaan ini tidak merusak perdagangan mereka.

   Disamping itu kehidupan orang-orang Arab tidak lebih daripada kabilah-kabilah, yang dalam bermusuhan, kadang keras, kadang lunak. Tak ada ikatan di antara mereka yang merupakan suatu kesatuan politik, yang dapat mereka gunakan untuk menghadapi pengaruh kedua kerajaan raksasa tersebut.

   Oleh sebab itu, Rasulullah mengirimkan utusan-utusannya kepada kedua penguasa besar itu—juga kepada Ghassan, Yaman, Mesir dan Abisinia. Beliau mengajak mereka untuk memeluk Islam, tanpa merasa khawatir akan segala akibat yang mungkin timbul. Dampak yang mungkin dapat membawa seluruh negeri Arab tunduk di bawah cengkeraman Persia dan Bizantium (Romawi Timur).

   Akan tetapi kenyataannya, Rasulullah tidak ragu-ragu mengajak para raja itu menganut agama yang benar. Beliau mengirim utusan kepada Heraclius, Kisra, Muqauqis, Harits Al-Ghassani (Raja Hira), Harits Al-Himyari (Raja Yaman) dan kepada Najasi, penguasa Abesinia (Ethiopia).


Surat Rasulullah SAW untuk Raja Romawi Heraclius, mengajak masuk Islam

Berikut ini surat Rasulullah kepada Heraclius (Raja Romawi), lihat Gambar - 10, yang dibawa oleh Dihyah al-Kalbi,



yang artinya:

"Dengan nama Allah, Pengasih dan Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Heraclius pembesar Romawi. Salam sejahtera bagi yang mengikuti petunjuk yang benar. Dengan ini saya mengajak tuan menuruti ajaran Islam. Terimalah ajaran Islam, tuan akan selamat. Tuhan akan memberi pahala dua kali kepada tuan. Kalau tuan menolak, maka dosa  orang-orang Arisiyin—Heraklius bertanggungjawab atas dosa rakyatnya karena dia merintangi mereka dari agama—menjadi tanggungiawab tuan. 

Wahai orang-orang Ahli Kitab. Marilah sama-sama kita berpegang pada kata yang sama antara kami dan kamu, yakni bahwa tak ada yang kita sembah selain Allah dan kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, bahwa yang satu takkan mengambil yang lain menjadi tuhan selain Allah. Tetapi kalau mereka mengelak juga, katakanlah kepada mereka, saksikanlah bahwa kami ini orang-orang Islam."

   Ketika Rasulullah SAW mengirim surat kepada Kaisar Heraclius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia.

   Begitu menerima surat dari Rasulullah SAW, Sang Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Muhammad SAW. Lalu Kaisar memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya. Abu Sufyan, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar.

   Abu Sufyan pun diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara karena memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah SAW. Rombongan yang lain berdiri di belakangnya sebagai saksi. Itulah strategi Kaisar untuk mendapatkan keterangan yang valid.

   Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan. Kaisar Heraclius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas. Beliau bertanya dengan taktis dan mengarahkannya kepada ciri seorang nabi. Abu Sufyan juga seorang yang cerdas dan bisa membaca arah pertanyaan Sang Kaisar. Namun beliau dipaksa berkata benar walaupun berusaha memberi sedikit bias.

   Di akhir dialog Sang Kaisar mengutarakan pendapatnya. Inilah ciri-ciri seorang nabi menurut pandangannya dan sebagaimana telah dia baca di dalam Injil. Ternyata semua ciri yang tersebut ada pada diri Rasulullah SAW.

   Kaisar Heraclius telah mengetahui tentang Rasulullah SAW dan membenarkan kenabian beliau dengan pengetahuan yang lengkap. Akan tetapi ia dikalahkan rasa cintanya atas tahta kerajaan, sehingga ia tidak menyatakan keislamannya. Ia mengetahui dosa dirinya dan dosa dari rakyatnya sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

   Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar bisa mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah Saw. Bahkan Kaisar menyatakan: “Dia (maksudnya Rasulullah SAW) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.” Saat itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Baitul Maqdis (Yerusalem).

   Abu Sufyan RA menceritakan dialog ini setelah masuk Islam dengan keislaman yang sangat baik, sehingga hadits ini diterima. Kaisar lalu memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah harta dan pakaian. Kaisar pun memuliakan surat dari Rasulullah SAW.


Surat Untuk Raja Persia (Raja Khosrau II/Kisra Abrawaiz)

Rasulullah SAW juga mengirim surat kepada Raja Khosrau II, Abrawaiz dari kerajaan Persia. Ia mengutus sahabatnya Abdullah bin Hudzaifah As-Sahmi yang isinya menyerunya kepada Islam, lihat Gambar - 11.



  Berikut Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz yang artinya:

   Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya. Kepada Kisra penguasa rakyat Persia. Salam sejahtera bagi yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku mengajak dengan seruan Allah.

Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada seluruh umat manusia supaya dapat memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup hatinya dan supaya ketetapan azab kepada orang-orang kafir itu pasti. Masuklah Anda ke dalam Islam, niscaya akan selamat. Jika kamu menolak, sesungguhnya kamu memikul dosa kaum Majusi.”
 

   Namun setelah membaca surat tersebut, sang raja malah merobek surat dari Rasulullah SAW dan berkata, “Hamba rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku.” 

   Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah Saw, beliaupun mengatakan, “Semoga Allah mencabik-cabik kerajaannya.” Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian iapun digulingkan oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Raja Khosrau II, Abrawaiz dibunuh dan dirampas kekuasaannya. Seterusnya kerajaan itu kian terobek-robek dan hancur sampai akhirnya ditakluki oleh pasukan Islam pada zaman Khalifah Umar bin Al-Khaththab RA hingga tidak dapat lagi berdiri.


Rasulullah kepada Raja Najasyi mengajak masuk Islam

Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Najasyi - Habsyah yang bernama Ashhamah bin Al-Abjar, lihat Gambar – 12.



Isi suratnya adalah menyerukan sang raja agar memeluk agama Islam yang artinya:  

   “Bismillahirrahmannirrahim. Dari Muhammad Rasulullah, salam kepada Najasyi, pembesar Habasyah. Salam kepada siapa yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du.

Sesungguhnya aku bertauhid kepada yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maharaja yang Maha Suci, Yang Maha Pemberi Keselamatan, Yang Maha Pemberi Keamanan, Yang Maha Pelindung. Dan aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam (tiupan) roh dari Allah (yang terjadi) dengan kalimat-Nya (yang disampaikannya) kepada Maryam yang perawan, yang baik dan menjaga diri (suci) lalu mengandung (bayi) Isa dari wahyu dan tiupan-Nya sebagaimana menciptakan Adam dengan tangan-Nya.

Aku mengajak engkau kepada Allah yang Esa, tidak mempersekutukan sesuatu bagi-Nya dan taat patuh kepada-Nya dan mengikuti aku dan meyakini (ajaran) yang datang kepadaku.

Sesungguhnya aku utusan Allah. Dan aku mengajak engkau dan tentaramu kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Agung. Aku telah menyampaikan dan telah aku nasihatkan; maka terimalah nasihatku. Salam bagi yang mengikuti petunjuk ini.” [Zaadul Ma'ad 3/61].

   Saat surat tersebut sampai di Istana, sang raja An-Najasyi mengambil surat itu, lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliau pun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Thalib RA.

   Setelah masuk Islam, sang raja kemudian membalas surat kepada Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam untuk mengabarkan keislamannya. Raja Najasyi akhirnya meninggal pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Saat mendengar raja ini meningggal, Rasulullah SAW pun melakukan shalat ghaib untuk sebagai penghormatan terakhir. Nabi juga mengabarkan bahwa Raja Najasyi kelak akan masuk syurga.


Penutup

Demikianlah uraian relik Rasulullah Muhammad Sallallahu A’laihi Wasallam yang terekam dalam Sejarah Islam Dunia yang bukti rekaman relik ini tersimpan di Masjid Madinah Al-Munawarah dan meseum-meseum lainnya antara lain peninggalan Meseum Topkapi di Turki ini.

   Sebagian relik yang terkumpul di Topkapi ini ada karena kasadaran sejarah para Sultan Utsmaniyyah Turki - yang ketika itu sebagai Khilafah umat muslimin sedunia - yang dengan itu kita mendapatkan pengetahuannya, dengan itu kita panjatkan doa semoga atas jasa-jasanya itu mendapat nilai amalan baik bagi mereka dari Allah SWT. AlhamdulilLāh dapat kita menikmatinya sebagai melepas rindu kepada Rasulullah SAW yang dengan itu menyadarkan kita untuk menjalankan As-Sunnahnya, sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya:

Barangsiapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka. [QS An-Nisā’ 4:80]


   Mudah-mudahan penulisan ini menambah keyakinan iman kita semua semangkin mantap lagi teguh, karena bukti-bukti sejarah telah menguakkan melalui relik seperti yang telah kita simak dalam blog ini.  Allāhu ‘alam Bish-Shawab, bil-Lāhi Taufiq wal-Hidayah. □ AFM


Sumber:
voa-i
http://www.maharprastowo.com/2012/07/surat-rasulullah-saw-untuk-raja-romawi.html
http://www.infoyunik.com/2015/03/surat-surat-ini-saksi-dakwah-rasulullah.html
Dan sumber-sumber lain. □□

Blog Archive