Tuesday, March 24, 2015

Kedudukan Ulul Albab I



Oleh: A. Faisal Marzuki






Pintunya itulah Al-Qur’an,
Jendelanya Al-Hadits,
Blue Print’-Nya dapat terbaca oleh para Ulil Albab.



KATA PENGANTAR

U
ntuk melihat ‘Dunia’, kemudian mau meluruskannya, diperlukan pintu dan jendela serta gambar ‘blue print’-nya. Seperti halnya gambar image diatas, terlihat ada pintu-pintu. Pintu disebelah kiri ada cahayanya, karena sumber cahaya berada pada posisi disebelahnya. Pintu disebelah kanan walaupun ada pintu tapi tak ada cahaya, karena cahaya tidak dalam posisinya. Diujungnya sama sekali gelap karena tak ada pintu, dan  tak ada pula jendela, tempat dimana cahaya bisa masuk dan melihat keluar.

Seperti itulah gambarannya kalau tak ada al-Qur’an dan al-Hadits kita tak mampu menilai ‘Dunia’ yang semestinya apakah sesuai dengan ‘blue print’ dari pencipta-Nya atau tidak. Pintunya itulah al-Qur’an, Jendelanya al-Hadits, ‘Blue print’-Nya dapat terbaca oleh para Ulul Albab.



SIAPA ULUL ALBAB

U
lul Albab adalah orang berilmu yang mampu membaca ayat-ayat Allah di alam ini sebagaimana dalam riwayat Al-Hadits. Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw berkata:

Wahai ‘Aisyah saya pada malam ini beribadah kepada Allah swt”. Jawab Aisyah ra: “Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku. Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya” Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan. Maka bangunlah Rasulullah saw dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudu’, tidak jauh dari tempatnya itu lalu shalat.

Di waktu shalat beliau menangis sampai-sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Al-Qur’an yang dibacanya. Setelah shalat beliau duduk memuji-muji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdo’a dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah.

Setelah Bilal datang untuk adzan subuh dan melihat Nabi saw menangis ia bertanya: “Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang”. Nabi menjawab: “Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah swt? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah swt telah menurunkan ayat kepadaku.

Selanjutnya beliau berkata: “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya”. Ayat tersebut dibawah yang artinya:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat-ayat kebesaran Allah) bagi Ulul Albab (bagi orang yang berakal),  ● yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata, “Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. [QS Ali Imran 3:190-191]



CIRI-CIRI ATAU SIFAT ULUL ALBAB

U
lul Albab adalah orang yang bertaqwa karena mereka beriman kepada Allah, sebagaimana firman Allah swt yang artinya:

Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai Ulul Albab (orang-orang yang mempunyai akal)! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepadamu. [QS Ath-Thalaq 65:10]

Seorang Ulul Albab senantiasa dapat mengambil pelajaran dari setiap informasi yang diperolehnya baik itu informasi (buruk atau baik). Dengan itu mengambilnya sebagai pelajaran dan menangkap hikmahnya. Karena Ulul Albab sadar dan takut kalau main-main dengan hukum Allah, akan mendapat hisab balasan yang buruk.

Dengan kesadaran itu ia berusaha memenuhi janji dan tidak melanggar perjanjian, menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkan yaitu mengadakan hubungan silaturahmi dan tali persaudaraan, sabar karena mengharapkan ridha Allah, Shalat dan berinfak, serta menolak kejahatan dengan kebaikan sebagaimana dijelaskan dalam oleh firman-Nya yang artinya:

Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya Ulul Albab (orang yang berakal) saja yang dapat mengambil pelajaran, ● (yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, ●  dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan (yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan), dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. ● Dan orang yang sabar karena mengharapkan wajah (keridhaan) Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; Orang itulah (Ulul Albab) yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). [Q.S Ar-Ra’d 13:19-22]

Jadi mereka Ulul Albab memiliki beberapa sifat-sifat atau kriteria yaitu:

  • Senantiasa mengambil pelajaran dan mampu melihat kebenaran itu dengan Penglihatan Mata dan Penglihatan Hatinya. 
  • Memenuhi Janji Allah dan tidak melanggar Janji. 
  • Menghubungkan apa yang diperintahkan Allah. 
  • Takut kepada Allah dan Takut  kepada Hisab yang Buruk. 
  • Sabar. 
  • Melaksanakan Shalat. 
  • Melaksanakan Infak atau Sedekah. 
  • Menolak Kejahatan dengan Kebaikan dengan cara yang baik.


Sedangkan yang dimaksud dengan “menghubungkan apa yang diperintahkan Allah” adalah apa yang dilarang dalam ayat berikut yang artinya:

Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan (yaitu: tidak melanggar, tidak melaksanakan hubungan silaturahmi dan tali persaudaraan) dan berbuat kerusakan di bumi (melainkan mengerjakan yang sebaliknya); (dengan itu maka wajarlah) mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam). [Q.S Ar-Ra’d 13:25]

Ulul Albab akan menempati Surga ‘Adn bersama keluarga mereka yang Shaleh yaitu mulai dari Nenek Moyang mereka (mulai dari orang tua dan generasi-generasi di atas), Pasangan-pasangan mereka (namun tidak menutup kemungkinan adalah saudara mereka asalkan mereka termasuk shaleh), Anak Cucunya (Anak-anak dan generasi-generasi ke bawah) sebagaimana firman-Nya yang artinya:


(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. [QS Ar-Ra’d 13:23]

Ulul Albab senantiasa membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan pelajaran sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya yang artinya:

Dan (Al Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna, balagh) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar Ulul Albab (orang-orang yang berakal) mengambil pelajaran. [QS Ibrahim 14:52]

Ulul Albab senantiasa mentaddabburi Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya yang artinya:

Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentaddabburi (memperhatikan, menghayati) ayat-ayatnya dan agar Ulul Albab (orang-orang yang berakal sehat) mendapat pelajaran. [QS Shad 38:29].

Demikianlah uraian dari Kedudukan Ulul Albab I. Billahit taufiq wal-Hidayah. [Bersambung ke-2]  □ AFM



Ulil Albab [klik--->]     1     2     3        


Bahan bacaan:
Prof. Dr. HAMKA, Tafsir Al-Azhar juz iv, Penerbit PT Pustaka Panjimas, Jakarta 1984. 
Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Jilid 2, Gema Insani, Jakarta 2001.
Terjemah Tafsir Perkata ALFATIH Di Sarikan Dari Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka ALFATIH. 
Ulul Albab, Ciri-ciri dan Keutamaannya sebagai Hamba Allah, Peradaban Langit. Wordpress.Com. □□

Blog Archive