Thursday, September 29, 2016

Bagaimana Gambaran Surga dan Neraka Dalam Quran dan Hadits 5






Kata Pengantar

Tajuk di bawah ini bab ‘Percakapan antara penghuni Surga dan Neraka’ yang akan digambar disini adalah: Pendahuluam; Percakapan di antara para penghuni Surga; Percakapan di antara para penghuni Neraka; Penutup.


PERCAKAPAN ANTARA PENGHUNI SURGA DAN NERAKA


Pendahuluan


D
ialog yang terjadi antara penduduk surga dan neraka disebutkan dalam beberapa ayat Quran. Ketika kita membaca ayat-ayat ini, merupakan kewajiban kita untuk merenungkan dan belajar dari keputusasaan dan kengerian yang dirasakan penduduk neraka. Kita harus merasakan ketakutan mereka dan belajar dari kesalahan mereka. Membaca tentang penderitaan mereka dalam Quran memungkinkan kita untuk merasakan kepedihan mereka sehingga kita dapat dengan mudah menghindari tempat tinggal yang demikian.

berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang buruk-buruk, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian." (Quran 74: 40-47)

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami janjikan kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu janjikan (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat." (Quran 7:44-45)

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." (Quran 7: 50-51)

Dengan demikian jelas bahwa penderitaan para penduduk neraka semakin bertambah karena mereka mampu melihat dan mendengar kenikmatan yang diberikan kepada para penghuni surga, namun mereka tidak dapat merasakan kenikmatan itu.


Percakapan di Antara Para Penghuni Surga




Allah memberi kita penjelasan dalam Quran bahwa penghuni surga akan saling bertanya tentang kehidupan masa lalu mereka.

"Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (Quran 52: 25-28)

Mayoritas ayat yang menjelaskan percakapan antara para penghuni surga mengkonfirmasi bahwa mereka senantiasa berbuat amalan-amalan kebaikan ketika di dunia dan bersyukur kepada Allah atas karunia yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Maka ketika Allah memberikan surga kepada mereka sehingga keinginan mereka menjadi kenyataan, keindahan surga yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata membuat mereka diliputi rasa syukur.

Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Menerima (amalan-amalan baik), yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu." (Quran 35: 34-35)

Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (Quran 39:74)


Percakapan di Antara Para Penduduk Neraka




Ketika para penduduk neraka telah digiring untuk masuk ke dalamnya, mereka akan sangat menyesal karena orang atau berhala yang mereka agung-agungkan tidak dapat menolong mereka. Para pemimpin mereka yang sesat, dimana Quran menyebut mereka sebagai orang-orang sombong, akan mengakui kepada para pengikut mereka bahwa mereka sendiri tidak berdaya. Jadi siapa pun yang mengikuti mereka, telah ikut pula ke dalam neraka.

Sebahagian dari mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan." Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman. Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu). Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.” (Quran 37: 27-32)

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri." (Quran 14:21)

Dan ketika segalanya telah ditetapkan, yaitu soal siapa saja yang ditakdirkan masuk Surga dan yang ditakdirkan masuk Neraka, penghuni neraka yang paling terkenal, yaitu setan, akan mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya. Ini adalah kebenaran yang telah Allah jelaskan kepada kita dalam Al-Quran, tapi banyak sekali orang yang tidak menanggapinya secara serius: Sebuah kebenaran bahwa setan adalah pembohong. Janji setan tidak akan pernah dipenuhinya, janji-janjinya kosong dan setan hanyalah menyesatkan kita.

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (Quran 14:22).


Penutup

Demikianlah bagaimana gambaran Surga dan Neraka dalam Qur’an dan Hadits, khususnya  mengenai ‘Percakapan antara penghuni Surga dan Neraka’  yang kini dapat Anda bayangkan dan rasakan dalam alam pikiran dan alam bathin hati yang paling dalam setelah mengikuti paparan diatas.

Diberitahukannya dengan perantaraan firman-Nya dalam ayat Al-Qur’an  dan Hadits Rasul-Nya, hal itu sebagai peringatan dan pengetahuan kita bersama bahwa hidup di Dunia mempunyai konsekuensi-konsekuensi tertentu yaitu sebagai akibat pekerjaan yang kita lakukan dan kemudian dibalasi-Nya terhadap pekerjaan-pekerjaan itu berupa kepercayaan (paham dan iman yang dipegang), niat (tujuan dari melakukan sesuatu pekerjaan), amalan-amalan ibadah kepada-Nya dan terhadap sesama manusia dan lingkungan alam dan pekerjaan-pekerjaan lain yang kita lakukan di Dunia.

Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama bahwa Surga dan Neraka itu sungguh benar adanya. Surga dapat diperoleh bagi yang beriman kepada-Nya dan disertai berbuat kebaikan yang diridhai-Nya selagi berada di Dunia ini. Neraka diperoleh bagi mereka yang tidak mempercayai-Nya bahkan ingkar atau masabodoh terhadap peringatan, ajaran, dan perintah-Nya dan pekerjaan-pekerjaan lain yang buruk (yang tidak diridhai-Nya). Billahit  Taufiq wal-Hidayah. AFM




Sumber: islamreligion.com; lampuislam.org□□□

Blog Archive