Sunday, September 20, 2015

Senjata Nuklir dan Daya Rusaknya I





  • Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS Al-Qashāsh 28:77]

M
ari kita lihat dengan sesungguhnya bahwa efek negatif dari penggunaan  tenaga nuklir baik untuk damai maupun perang, sungguh sangat sangat sangat berbahaya dan mengerikan bagi makhluk hidup seperti manusia, binatang dan tumbuhan lainnya. Penggunaan nuklir secara damai adalah untuk tenaga listrik atau tenaga lainnya yang bukan untuk perang. Dalam penggunaan secara damaipun sungguh berbahaya, apalagi untuk perang.

   Kecelakaan nuklir dari kebocoran reaktor nuklir adalah dampak yang paling ditakutkan dibalik manfaat energi nuklir bagi manusia. Dalam catatan sejarah manusia terdapat kejadian kecelakan nuklir terbesar di dunia di antaranya adalah kecelakaan Chernobyl - Rusia, Three Mile Island - Amerika dan mungkin di Fukushima - Jepang.
Kebocoran nuklir terjadi ketika sistem pembangkit tenaga nuklir tidak bekerja sebagaimana mestinya. Yaitu adanya kegagalan komponen yang dengan itu menyebabkan inti reaktor tidak dapat dikontrol dan didinginkan sehingga bahan bakar nuklir yang dilindungi (berisi uranium atau plutonium dan produk fisi radioaktif), mulai memanas dan, bocor. Sebuah kebocoran dianggap sangat serius karena kemungkinan bahwa kontainmen reaktor mulai gagal. Dengan itu, akan melepaskan elemen radioaktif dan beracun ke atmosfir dan lingkungan sekitarnya. Dari sudut pandang pembangunan, sebuah kebocoran dapat menyebabkan kerusakan parah terhadap reaktor, dan kemungkinan kehancuran total.
Beberapa kebocoran nuklir telah terjadi, dari kerusakan inti hingga kehancuran total terhadap inti reaktor. Dalam beberapa kasus hal ini membutuhkan perbaikan besar atau penutupan sama sekali reaktor nuklir. Sebuah ledakan nuklir bukanlah hasil dari kebocoran nuklir, karena sebelumnya sistim desain, geometri dan komposisi inti reaktor tidak membolehkan adanya kemungkinan untuk terjadinya ledakan nuklir. Tetapi dalam kondisi tertentu dalam prakteknya dapat menyebabkan kebocoran. Selanjutnya, dengan itu, ledakan non-nuklir terjadi. Contohnya, beberapa kecelakaan tenaga listrik nuklir dapat menyebabkan pendinginan bertekanan tinggi, menyebabkan ledakan uap.

Dampak Pada Kesehatan Manusia
  Kecelakaan ini memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang yang berbahaya bagi manusia. Seperti halnya dalam dampak kesehatan, ekonomi, sosial dan psikologis dapat terjadi bagi manusia yang tertimpa bencana.
Sebenarnya mekanisme pertahan tubuh manusia dapat melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun radiasi pada jumlah tertentu tidak bisa ditoleransi oleh mekanisme pertahanan tubuh itu. Proses ionisasi pada sel-sel tubuh karena proses radiasi, dapat merusak sel-sel dan organ tubuh yang menimbulkan dalam berbagai bentuk manifestasi.
   Berat ringannya dampak radiasi nuklir bagi kesehatan tergantung beberapa faktor. Faktor tersebut meliputi, jumlah kumulatif radiasi yang terpapar, jarak dengan sumber radiasi, dan lama paparan radiasi.

Efek Sesaat Radiasi Tingkat Tinggi
   Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat yang sifatnya segera setelah terkena paparan radiasi tinggi dari sekitar reaktor nuklir antara lain, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Dampak sesaat yang sifatnya jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain, mual, muntah, diare, sakit kepala dan demam.
Sedangkan dampak jangka menengah atau beberapa hari setelah paparan adalah pusing, mata berkunang-kunang, disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih dan tampak lesu, muntah darah atau berak darah, kerontokan rambut dan kebotakan, tekanan darah rendah , gangguan pembuluh darah dan luka susah sembuh.

Dampak jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak kesehatan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain, kanker terutama kanker kelenjar gondok, mutasi genetik, penuaan dini, dan gangguan sistem saraf dan reproduksi.

Efek Jangka Panjang dan Bencana Nuklir Chernobyl, Ukraina, Rusia
   Dampak jangka panjang, terutama terjadi pada gangguan kesehatan khususnya kanker. Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina, Rusia pada bulan April tahun 1986. Radiasi ledakan itu meledak dan telontar 1.500 meter ke udara yang membuat radiasi paparan sampai jauh ke Eropa. Selain memicu evakuasi ribuan warga dari sekitar lokasi kejadian, juga dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian seperti, kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian. Sampai saat ini daerah tersebut dibiarkan tanpa berpenghuni.

   Sekitar 60% anak Ukrania mengalami kanker gondok, 10% anak mengalami gangguan mental, banyak anak mengalami kelainan genetik. Sebagian besar anak Ukrania diduga telah mengalami kelainan pertahanan tubuh setelah terjadinya peristiwa itu. Bahkan beberapa hewan mengalami kelainan genetik.
   Pada tahun 1990 – 1998, didapatkan terjadi peningkatan kasus kanker kelenjar gondok sebanyak 1.791 kasus pada anak-anak Ukraina yang hidup di wilayah di sekitar Pembangkit Tenaga Nuklir Chernobyl. Para ahli telah menghubungkan semua penyakit kanker kelenjar gondok ini dengan kecelakaan nuklir Chernobyl. Radioaktif yang dilepaskan 400 kali lebih banyak dibanding nuklir bom atom Hiroshima.

Pencegahan

   Bila sebuah reaktor nuklir sudah dinyatakan terjadi kebocoran harus dilakukan penanganan sesuai dengan skala kecelakaan yang terjadi sebagaimana yang diatur oleh standar Internasional.
   Semua masyarakat dalam jangkauan tertentu harus segera dievakuasi dari resiko terkena paparan tersebut. Bagi semua orang yang telah berada dalam erea daerah paparan harus segera dilakukan skrening tes adanya kontaminasi radiasi dalam tubuhnya. Bila terdapat masyarakat yang terkontaminasi harus segera diisolasi dan dilakukan perawatan dan pemantauan kesehatannya.
   Semua masyarakat dalam paparan bencana kebocoran reaktor nukklir sementara belum diungsikan harus tinggal di dalam rumah dan tidak boleh menyalakan AC untuk mencegah kontaminasi dengan udara luar. Masyarakat juga dilarang mengkonsumsi air kran, sayuran, buah-buahan atau bahan makanan yang telah terkontaminasi dengan udara luar. [Bersambung ke Senjata Nuklir dan Daya Rusaknya II]. □ AFM


Saksikanlah tayangan video akibat kecelakaan Tenaga Nuklir di Chernobyl, Rusia. Klik tanda https masing-masing dibawah ini.

Tumors, Cysts, Cancer, Deformities and Mutants. Akibat radiasi nuklir, insiden di Chernobyl, Rusia.

Chernobyl defects

Anak-anak korban radiasi nuklir Chernobyl


Sumber:

http://monster-bego.blogspot.com/2013/05/efek-nuklir-yang-mengerikan-pada.html#ixzz3mIBeKEhj

http://unikpak.blogspot.com/2015/02/5-bencana-nuklir-ter-dahsyat.html
https://ariek88l.wordpress.com/39-2/

Video-video youtube □□□

Friday, September 18, 2015

Manusia dan Lingkungannya



A. Faisal Marzuki



   Seorang anak tumbuh dan besar bukan dalam alam ‘vacuum’- kosong, bebas nilai, melainkan dipengaruhi lingkungan hidup dimana dia berada. Inilah rumus dari teori perkembangan kepribadian ilmu psychologis yang kita tahu pada umumnya. Begitu pula filsafat menyebutkan seperti dari ‘the one of the greater philosophers of sience, social and political’ Karl Popper (lahir July 28, 1902 CE di Austria). Katanya sekali Budaya dan Peradaban telah tercipta (diciptakan manusia sebelumnya) dan menggelinding di masyarakat, maka masyarakat itu akan tercipta seperti ‘apa ada’-nya Budaya dan Peradaban yang menjadi ‘cetak biru’ dari pola tingkah laku dan pandangan perasaan dan pemikiran pada masyarakat tersebut. Bahkan masyarakat hanya mengikuti saja seperti apa adanya Budaya dan Peradaban yang telah mengungkung ketat dan erat diri masyarakat itu sendiri.

   Dari itu, konsekuensinya adalah baik lingkungannya, maka baik pula pertumbuhan mental dan karakter kepribadian manusianya. Sebaliknya, kalau setengah baik dan setengah buruk lingkungannya, seperti itu pulalah dia ‘menjadi’-nya. Bagitu pula kalau sudah ‘hubbud dunya’ saja, maka tingkah laku dan pandangan hidupnya ‘hubbud dunya’ saja. Artinya mereka tidak disadari telah menjadi makhluk mengejar kehidupan Dunia, dimana Akhirat tidak menjadi tujuannya lagi.

   Berlainan dengan ajaran Islam yang dapat menciptakan hidup baik di Dunia dan baik pula di Akhirat.  Pedulinya Allah Yang Mahakasih lagi Mahasayang kepada manusia yang diciptakan-Nya adalah agar mereka itu tumbuh sehat lahir dan bathin, sejahtera dan damai dalam hidupnya di Bumi. Terutama, sebenarnya (ajaran) Islam sangat jelas mengajarkannya akan hal itu. Dengan itu kedudukan Manusia di Bumi ini menjadi mulia, terhormat karena saling kenal (kerjasama) dan damai dalam membentuk dan membangun ‘Budaya dan Peradaban’. Bentuk Budaya dan Peribatannya sangat  komprehensif yaitu dengan jalan memakmurkan kehidupan manusia di Bumi disertai atau berbarengan melakukan peribadatan kepada-Nya guna mencapai kehidupan di Akhirat yang abadi bersama manusia beriman dan melakukan perbuatan amal shaleh disegala bidang kehidupan di Dunia. Kenapa manusia dipandang mulia dan terhormat oleh Allah penciptanya ikutilah uraiannya berikut ini.


S
emua manusia yang baru lahir siapa pun dia, warna kulit apa pun yang ada padanya. Bayi laki-laki atau pun perempuan. Apapun status sosial dan kekayaan yang dimiliki, kurang atau lebih bahkan sangat lebih. Dari bangsa atau suku apa pun orang tuanya, lahir dalam keadaan telanjang. Tidak memakai baju sehelai pun untuk menutup auratnya. Belum bisa berbicara, kecuali mengeluarkan suara tangisan. Tangisan itu adalah bahasa awal yang artinya bisa lapar, berarti minta disuapi makanan berbentuk cair (air susu ibu, atau susu botol). Kalau tidak buang air kecil atau besar - bayi tidak merasa kerasan (nyaman), artinya minta diganti pakaian baru (bersih).

   Gambaran tersebut diatas hanya mau menunjukkan bahwa sejak kecil bayi hidup dan tumbuh dan besar ‘diajari atau dibentuk oleh lingkungannya’. Bahasanya tergantung dimana dia berasal dan asalnya menggunakan bahasa apa, dengan itu ia tumbuh dan besar menggunakan bahasa asal lingkungannya. Lingkunganlah yang membentuknya seperti itu. Pertama sekali yang dikenalnya dengan akrab adalah Ibu-Bapak dan lain yang berada dalam lingkungan rumah. Kemudian lingkungan dokter dan suster (nurse) yang memelihara kesehatannya. Berlanjut televisi. Kemudian dia tumbuh menjadi anak yang sudah bisa berjalan keluar. Dengan itu kini gurunya bertambah yaitu lingkungan tetangga. Selanjutnya dalam usia sekolah, lingkungan yang membentuknya bertambah yaitu guru sekolah, teman sekolah dan seterusnya.

   Pahamlah bahwa menjadi bertambah perkembangan tubuh pisiknya bersamaan dengan itu tumbuh pula perkembangan kejiwaannya. Kejiwaannya tumbuh dipengaruhi oleh faktor lingkungannya. Pertama dari rumahnya dimana dia ditinggal. Dalam hal ini faktor orang tua sangat besar pengaruhnya ketika masih kecil. Terutama bahasa komunikasinya adalah bahasa orang tuanya. Kemudian mengenal mana hal-hal yang berbahaya diberitahu seperti air panas, sengatan tenaga listrik, barang-barang dari kaca (pecah belah) yang berbahaya untuk anak kecil. Kemudian cara memegang makanan untuk dimakan dengan tangan kanan. Berkata yang baik dan sopan. Begitu pula tentang hal yang menyangkut dengan keagamaan. Dalam hal ini sering dikatakan bahwa Nasrani, Majusi atau apa saja agama kepercayaan atau tidak berkepercayaan anak tergantung dari ajaran atau pembiaran orang tuanya.

   Selanjutnya bertambah usianya dan kini menjadi remaja atau umur belasan tahun yang artinya sudah luas kontak sosialnya maka bertambah lagi perkembangan karakter, kepribadian dan ‘pandangan hidup’ yang dipengaruhi lingkungan dimana dia berada dalam bersosialisasinya.

Demikianlah bahwa hasil Budaya dan Peradaban manusia yang ada (terjadi) pada anak (kecil, remaja dan beranjak menjadi dewasa) karena sudah adanya nilai Budaya dan Peradaban yang telah menanti dan siap pakai itu. Yang menjadikan pertanyaan besar adalah Budaya dan Peradaban yang ada disekeliling anak itu mendukung atau tidak dari perkembangan sianak muslim itu menjadi muslim yang benar-benar sesuai dengan ajaran Islam? Disinilah peranan orang menjadi sangat menentukan, yaitu lingkungan pertumbuhan anaknya mesti dijaga dari pengaruh yang negatif dan bersamaan dengan itu tetap menumbuhkan dan memelihara agar selalu dalam koridor ajaran Islam - Islami.

●●●
    
   Budaya dan Peradaban ada, selanjutnya tumbuh dan berkembang dibuat dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh komunitas lingkungannya baik secara disadarinya maupun tidak. Sebelum menjadi kebiasaan terbentuk, dimulainya dari perasaan-perasaan dari mengingini sesuatu. Boleh juga timbul dari lintasan-lintasan pikiran-pikiran disamping perasaan-perasaan yang telah disebutkan sebelumnya. Demikian lebih kurangnya Ibnu Qoyyim  Al-Jawziyyah (691 AH/1292 CE-751 AH/1350 CE) seorang ulama besar dalam bidang  Ilmu Jiwa Tingkah Laku Manusia dan Etika (Human Behavior and Ethics), Hukum Islam (Islamic jurisprudence), Akaid (Islamic Theology), Ilmu Hadits dan Fikih (Sciences of Hadith and Fiqh) dan Filosuf (Philosophy). Dari situ di ikhtiarkan atau diupayakan dengan melakukannya. Kemudian dari pengalaman-pengalaman yang menyenangkannya (mempermudah kehidupannya, mendapat berlipat ganda hasil, berhasil apa yang dipikirkan menjadi kenyataan), maka dilakukanlah berulang kali. Sedangkan pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan dan merugikan dihentikannya. Kemudian mencoba cara baru sampai mendapat pengalaman yang sesuai dengan keinginan atau seleranya atau tujuan yang hendak dicapainya. Pengalaman-pengalaman dari masing-masing individu anggota masyarakatnya dialami yang sama dengan anggota masyarakat yang lain, menjadilah kebiasaan-kebiasaan setempat. Bahkan lebih luas lagi, dengan itu timbullah menjadi adat-kebiasaan lingkungan. Generasi yang baru lahir, tumbuh dan menjadi dewasa kemudiannya meneruskan kebiasaan-kebiasaan yang telah dilakukan orang tua dan pendahulu sebelumnya. Pertumbuhan kebiasaan ini meluas, dan dari tahun ke tahun menjadi solid (mapan). Dengan itu terciptalah Budaya dan Peradaban daerah atau bangsa tersebut.
●●●
    
   Dizaman modern atau post modern ini faktor-faktor pertumbuhan Budaya dan Peradaban dapat lebih ditumbuhkan dan dikembangan serta dilestarikan melalui lembaga pendidikan formal seperti sekolah umum sejak dari dasar sampai tingkat tinggi. Sekolah kejuruan misal berbagai teknik kejuruan. Sekolah dan perguruan tinggi, lembaga-lembaga training pengetahuan dan keahlian tertentu dan kursus-kursus serta madrasah.

   Bersamaan adanya pendidikan formal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuhlah pula ‘pendidikan informal’ melalui entertainment seperti filem, sandiwara, pemberitaan TV, pemberitaan iklan dan media sosial lainnya seperti internet dalam bentuk email, FB, Twitter, dan ‘electronic game’ dan lainnya melalui computer laptop, desktop dan smartphone. Penyajiannya luar biasa. Warna sangat menarik. Costum (pakaian) yang seronok. Semuanya membuat penggunanya kerasan (enjoy). Karena ditambah lagi gambarnya kwalitas HD, suaranya kwalitas stereo surround system. Dengan itu media ‘pendidikan’ informal ini cukup besar dan efektif pengaruhnya kepada masyarakat penonton dewasa apalagi anak-anak. Secara tidak disadari telah digunakan sebagai media bisnis dan pembentuk public opini sponsor dan penanaman nilai-nilai budaya hubbud-dunya (menumbuhkan budaya materi konsumerisma dan penyuburan budaya hedonism). Dan efektif pula untuk menumbuhkan opini pro sponsor. Baik untuk kepentingan politik, ekonomi, keuangan, etika dan moral hidup bagi keuntungan ekonomi, ideology dan kekuatan dan hegomoni (power) sponsor.

   Dengan itu peranan ajaran Islam sangat diperlukan sekali untuk mengontrol dan mengendalikan nilai-nilai Budaya dan Peradaban Duniawi yang tidak seperti yang dimaksudkan oleh ajaran Islam (Hidup Beribadah kepada-Nya, Sejahtera dan Damai serta Adil bagi seluruh manusia) yang sebenarnya. Yaitu menjadikan Insanul-Kamil (Manusia Sempurna) seperti Cetak Biru (Blue Print) yang dibuat oleh Tuhan Mahapencipta Alam Semesta dan Manusia dimana Manusia dicipta untuk beribadah 1 dan mengelola Bumi 2 dan seisinya (Pemakmur Bumi). Wal-lõhu a’lam bish-shawab. □ AFM


Sumber:


Catatan Kaki:

1 Firman Allah swt, ”Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan Manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [QS adz-Dzāriyāt 51:56]

2 Firman-Nya lain menyebutkan tugas manusia di dunia (di Bumi): "Dia (Allah) telah menciptakan kamu (manusia) dari bumi dan menjadikan kamu (manusia) pemakmurnya." [QS Hūd 11:61]

Firman-Nya yang lain menegaskan tentang pentingnya Akhirat dan juga Dunia: "Dan carilah negeri Akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan kepadamu. Tapi janganlah kamu lupakan bagianmu di Dunia. Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [QS Al-Qashāsh 28:77] □□□

Thursday, September 17, 2015

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah






S
egala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya. Pada kesempatan Bulan Haji ini, Bulan Dzulhijjah, ada baiknya kita ketahui seperlunya mengenai keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah serta amalan yang disyariatkan sebagaimana disarikan dari Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin.

   Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda,

  • “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu, sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

“Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda,

  • “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

 
MACAM-MACAM AMALAN YANG DI SYARIATKAN.


1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah.

   Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain bersabda Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam,

  • “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.


2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut (9 hari) 1, Atau Pada Sebagiannya (2 hari, Tarwiyyah dan Arafah) 2, Terutama Pada Hari Arafah (1 hari) 3 .

   Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi,

  • “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku”.


Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 

  • “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alayhi].


Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda,

  • “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.


Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah:

Niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), “Nawaitu shauma Tarwiyah sunnatan Lillahi Ta’ala” (Saya berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Lillahi Ta’ala).

Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah), “Nawaitu shauma Arafah sunnatan Lillahi Ta’ala” (Saya berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala).


3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

   Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

  • “.... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...” [QS Al-Hajj 22:28].


Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan,


  • Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu.” Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah.


   Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah,

  • “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...” [QS Al-Baqarah 2:185].


Para Salaf tidak mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara. Hal ini tidak pernah dilakukannya. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti, takbir, tasbih dan do’a-do’a lainnya yang disyariatkan.


4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.

   Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

  • “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun “Alayhi].


5. Banyak Beramal Shalih.

   Berupa ibadah sunat seperti, shalat sunah, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.


6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq.

   Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah (9 Dzulhijjah), dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban (10 Dzulhijjah) terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah).


7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.

   Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'Alayhi Wasallam,

  • “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alayhi].


8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.

 Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

  • “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain,

  • "Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, “..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...”. [QS Al-Baqarah 2:196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.


9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.

   Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.


10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.

   Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

   Demikianlah uraian dari 10 hari pertama Dzulhijjah untuk kita amalkan sebagaimana mestinya seperti uraian diatas. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya. Āmīn Yā Mujib Basāilīn.  □ AFM


Catatan Kaki:

1 Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah swt, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada SEPULUH HARI PERTAMA di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). [HR Bukhari, hadist ini shahih]

Beberapa istri Nabi mengatakan: “Adalah Rasulullah saw, Berpuasa pada 9 hari awal Dzulhijah, Hari ‘Asyura (10 Muharram), Puasa 3 hari tiap bulan” [H.R. Abu Dawud, juga H.R. Ahmad dan H.R. Nasa'i, hadits ini shahih].

2 Adapun hadits yang ada adalah, Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun”.

Dikatakan bahwa hadits diatas dho’if *. Namun, setelah diteliti sesuai "dirooyah" (cabang dari 'Ulumul Hadits yang mengkaji analisa perawi dan sanad) maka ulama menyimpulkan bahwa hadits ini sampai pada tingkatan Maudhu’ (tertolak, palsu).

*Berkaitan dengan hadits dho’if (bukan maudhu’) terdapat 2 pendapat, 1. Boleh diamalkan atau digunakan sebagai dalil jika itu hanya terkait fadhilah amal yang tidak menyangkut aqidah dan hukum halal haram (pendapat ini lebih kuat); 2. Tetap tidak boleh diamalkan atau digunakan.

Dengan demikian, pada prinsipnya puasa Tarwiyah adalah tidak dilarang. Namun, para ulama sepakat bahwa mengamalkan hadits maudhu’ (palsu) adalah terlarang. Oleh karena itu, dalam mengamalkan puasa Tarwiyah tidak boleh mendasarkan pada hadits yang palsu, akan tetapi boleh mengamalkannya dengan mendasarkan pada hadits shahih berikut pada catatan kaki 3 .

3 Untuk puasa tanggal 9 Arafah, banyak dalil shahih menunjukkan keutamaannya yang amat besar, antara lain,

● Dari Abi Qatadah ra, ia berkata Rasulullah saw. telah bersabda: “Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (Riwayat Jama’ah* kecuali Bukhari dan Tarmidzi). *Al Jama'ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya.

Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu. [Shahih riwayat Imam Muslim, Abu Dawud , Ahmad , Baihaqi, dan lain-lain]

● Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari yang dimana Allah memerdekakan banyak hamba-hamba-Nya dari neraka daripada hari Arafah. Allah sesungguhnya mendekati mereka dan membangganggakan mereka kepada para Malaikat seraya berkata: Apa saja yang mereka inginkan? (akan Aku kabulkan).” [HR. Muslim, juga Tirmidzi, hadist ini shahih].

 Apalagi bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji. Ketika wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah hendaknya seseorang memperbanyak do’a, berdzikir, dan membaca Al-Qur`an.

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.”



Sumber:

*http://almanhaj.or.id/content/2888/slash/0/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/

*https://www.facebook.com/notes/m-syukron-fauzi/salah-satu-kesalahan-sebagian-muslim-terkait-puasa-arafah/10151220506840747

*http://www.pehek.com/2013/10/bacaan-doa-niat-puasa-tarwiyah-dan.html  □□□

Blog Archive