Monday, August 10, 2015

Kemungkinan Hidup di Mars



Oleh: A. Faisal Marzuki



Wahai golongan Jin dan Manusia jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan ‘shulton’ (kekuatan ilmu pengetahun, teknologi, serta organisasi dan manejemen - juga diiringi dengan do'a).  [QS Ar-Rahmān 55:33]

●Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat-ayat kebesaran Allah) bagi Ulul Albab (bagi orang yang berakal, mempunyai ilmu),  ●yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata, “Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”. [QS Ali Imran 3:190-191]






A
pakah ada tanda-tanda untuk manusia dapat hidup di Mars? Untuk menjawabnya perlu diselidiki dulu. Caranya, perlu alat peneliti. Alat mana bukan dengan cara memantau dari udara di atas Mars, tapi perlu didaratkan suatu alat peneliti di atas daratan tanah Mars. Cara ini adalah paling akurat. Untuk itu perlu dikirim suatu perangkat lengkap untuk meneliti kondisi kelayakan dapat tinggalnya koloni manusia di planet Mars itu. Tanpa awak manusia, melainkan ‘Robot Peneliti’. Maka diluncurkan roket pembawa Robot Peneliti yang terbungkus dalam bentuk kapsul. Pada ketinggian tertentu diatas udara Mars dilepaskanlah kapsul itu dari roket peluncurnya, kemudian dari daya gravitasi planet Mars kapsul itu meluncur turun menuju daratan Mars yang dimaksud. Sebelum menyentuh tanah dalam ketinggian tertentu terbukalah parasut yang membawa peralatan penelitian itu agar mendarat ke permukaan tanah dengan lunglai dan ‘touch dawn’ yang cukup lembut. Dengan cara itu kondisi peralatan yang berada di dalam kapsul selamat dalam pendaratannya. [Lihat pula tayangan video pendaratannya].

   Peralatan ini diberi nama “NASA’s Mars Rover ‘Curiosity’” yaitu suatu kendaraan ‘Robot’ yang beroda untuk meneliti kondisi Mars. Peralatannya terdiri dari kamera, video kamera, alat pengebor dan penyedot material dan tanah sampel, serta alat pencatat suhu, angin dan lainnya. Di operasikan dengan ‘remote control’ dari Bumi. Dapat dikendalikan ketempat yang dikehendaki. Tenaganya diperoleh dari baterai dan tenaga sel matahari, malah kendaraan yang terakhir ditenagai oleh plutonium.

Adapun kemampuan Robot ini adalah, Mereka dapat melakukan gerakan-gerakan rumit di bawah kendali otomatis, Robot dapat melakukan pengukuran dan menjalankan tes, Semua informasi dapat dikirim kembali ke sistem pengendalian di Bumi, Robot dapat bekerja dengan kekuatan mekanik dan kecepatan yang manusia tidak bisa melakukannya serta dapat bekerja di bawah kondisi alam sekalipun dalam keadaan yang tidak normal .

●●●

   Gambar MastCam Rover (Kamera Film Kendaraan Robot) menunjukkan koleksi bebatuan dan tulang belulang, berada di permukaan tanah yang berdebu. Satu tulang terlihat sepertinya tulang paha. Dengan penemuan fosil tulang ini diduga ada makhluk asing sebelumnya di planet Mars ini.



Anggota tim sains NASA mengatakan bahwa bebatuan itu terbentuk karena adanya erosi yang disebabkan oleh angin atau air. Gambar benda-benda aneh tersebut mengundang macam-macam imajinasi publik dalam menafsirkannya. Dalam hal ini badan antariksa memberikan pernyataan, "Jika pernah ada kehidupan di Mars, hanya dalam bentuk mikro sederhana yang disebut mikroba. Boleh jadi di planet Mars pernah memiliki cukup oksigen dilingkungan alamnya, dengan itu dapat mendukung kehidupan organisme, bahkan organisme yang lebih kompleks. Bebatuan dan tulang yang tertangkap oleh ‘Kamera Film Kendaraan Robot’ benar-benar terlihat jelas. Adapun gambar seperti tulang paha bentuknya berbeda dari tulang manusia, karena bentuk tulangnya bengkok, bukan lurus. Kemungkinan dari tulang makhluk lain.



●●●

   Untuk dapat hidup di Planet Merah – nama lain dari planet Mars yang kini ada tanpa pepohonan sama sekali seperti yang terlihat gambar diatas. Untuk menjadikan Mars yang hijau diperlukan  tanaman ‘lichen’, yaitu suatu tanaman semacam lumut. Lichen ini adalah tanaman yang bersifat symbiotic organism yaitu dapat bekerja sama atau saling menguntungkan dengan tanaman atau tempat dimana lichen tumbuh. Lichen ini diperlukan sebagai keperluan ekosistim kehidupan manusia dengan alam di Mars dan sebagai sumber makanan. Dari itu, planet Mars perlu dihijaukan.



   Sulit untuk dipercaya bahwa dalam waktu kurang 15 tahun, kita, sebagai manusia, kini bisa menganggap dirinya sebagai spesies makhluk antarplanet. Beberapa perusahaan sedang bersaing untuk menempatkan orang-orang di Mars setidaknya tahun 2020. Sayangnya, perdebatan baru-baru ini telah muncul masalah adanya "kontaminasi" lingkungan hidup di Mars sebagai terestrial – ‘bumi’ tempat tinggal baru manusia. Berdasarkan asumsi pemikiran itu, kolonisasi hidupnya manusia di ruang angkasa lain seperti Mars ini sebagai tempat tinggal komunitas manusia tidak mungkin seperti yang diperkirakan semula. Padahal tinggal di planit Mars ini adalah suatu usaha untuk hidup mandiri seperti di planit Bumi, maka bila dihadapkan dengan lingkungan yang seperti itu kurang layak huni.


   Namun dari sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa lichen (tanaman semacam lumut yang disebut Pleopsidium Chlorophanum) yang hidup di Antartika bumi, memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan Mars setidaknya lebih dari sebulan. Percobaan yang dilakukan dalam Fasilitas Simulasi Mars, Berlin, Jerman, diuji aktivitas fotosintesis (tingkat produksi pangan) lichen dalam simulasi kondisi lingkungan hidup seperti di Mars seperti dalam hal suhu rendah, kelembaban rendah, tekanan udara rendah, komposisi udara, komposisi tanah , siklus hidup pada siang dan malam hari, pada kondisi ektrim, radiasi sinar matahari tinggi. Selain itu, lichen yang ditanam di celah-celah yang berbeda, terkena langsung atau tidak langsung dari radiasi sinar matahari. Radiasi sinar tidak langsung karena terhalangi oleh tumbuhan lain atau oleh celah-celah batu, seperti halnya di Bumi. Dalam Kondisi hidup di celah-celah itulah ditanam lichen diharapkan dapat hidup walaupun terkena radiasi sinar yang intens dan dalam lingkungan kelembaban rendah.

Tidak mengherankan hasil temuannya adalah, lichen - tanaman yang bersifat symbiotic organism ini, dalam kondisi yang tidak terlindungi, tidak bisa menangani radiasi cahaya langsung yang intens. Sebagai akibatnya, sebagian besar mati. Namun, lichen dalam kondisi yang terlindungi (cahayanya tidak langsung) tidak hanya dapat bertahan hidup, malah benar-benar menjadi hidup sesuai dengan lingkungan barunya, bahkan melebihi tingkat produksinya dari habitat alami sebelumnya.


 

Jadi apa arti dari semua ini? Terbukti, hal itu menunjukkan bahwa kehidupan terestrial tanaman lichen di Mars dapat beradaptasi. Tidak hanya bertahan hidup, tetapi dapat berkembang biak pada lingkungan Mars. Untuk mendukung keberhasilannya, maka upaya kami memastikan bahwa setiap peralatan yang dikirim ke Mars mesti steril sebelum peluncuran. Dengan demikian, konservasi lingkungannya dapat kita lestarikan agar hidup di Mars layak untuk ditinggali. Dengan usaha-usaha sterilisasi dan penghijauan yang dilakukan itu, planit Merah terlindungi dari kemungkinan kontaminasi. Dengan itu maka planet Mars tetap eksis dan layak untuk tempat tinggal manusia. Mars sebuah tempat tinggal spesies makhluk manusia yang berarti tempat tinggal Anda, anak-anak Anda dan cucu-cucu Anda kelak di kemudian hari.

   Selama ini semua penduduk  species manusia hanya ‘berkubang’ di Bumi saja. Padahal boleh jadi di masa mendatang, akan dihadapkan kepada masalah kelebihan penduduk yang diluar kapasitas daya tampungnya. Kini sudah lebih dari tujuh milyar warga dunia mendiami Bumi. Dan kini Bumi menghadapi pula masalah pencemaran udara, air, dan lingkungan hidup serta menipisnya ozon di udara. Ozon ini menyebabkan permukaan air laut meninggi, sehingga beberapa daratan akan tenggalam (tanah daratan Bumi menjadi berkurang). Tampaknya kehidupan di luar planet Bumi sepertinya suatu alternatif skenario yang cukup mungkin untuk sebahagian tinggal di planet Mars.

   Apa yang diupayakan saat ini dari perusahaan seperti Mars One dan NASA, bahwa kolonisasi Mars merupakan langkah yang tak terelakkan dan penting dalam evolusi hidup manusia. Manusia kuat bertahan dalam hidup karena ia mampu ‘menyocokkan’ lingkungan hidup barunya yang sesuai dengan dirinya sendiri. Artinya ialah, pemikiran, ‘penghijauan’ planet Mars suatu hal yang mesti. Karena itu, perlu adanya suatu terraformation’ - yaitu suatu proses pembentukan dari lingkungan yang ‘tidak sesuai’ kedalam lingkungan yang ‘sesuai’ dengan kehidupan manusia, seperti berada di Mars sama halnya seperti berada di Bumi, karena kebiasaan lingkungan kita di Bumi. Proyek Mars bertujuan menciptakan dunia layak huni – yaitu Mars yang dapat mendukung hidup manusia. Ini menjadi jelas, bahwa tanaman lichen seperti pleopsidium chlorophanum memainkan peran utama dalam mencapai tujuan ini, untuk menjamin kelangsungan hidup kita sebagai spesies manusia.

   Sebagaimana ayat-ayat dari perkataan Allah (Kalamullah, firman Allah) yang telah disebutkan diatas menjadi peluang bagi manusia untuk mengamalkannya “… jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan ‘shultonyaitu kekuatan ilmu pengetahun, teknologi, serta organisasi dan manejemen - juga diiringi dengan do'a.

“Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini 1 [langit dan bumi serta diantara keduanya] dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka - kesengsaraan hidup di Bumi dan di Neraka Jahannam.  2 Allahu ‘alam bish-shawab. AFM.


Mari kita lihat melalui video Nasa ini. Klik tanda httpsnya:

Lihat pula bahasan surat Ali Imran 3:190-191 Mengenai Langit dan Bumi serta diantara keduanya. Klik tanda httpnya:
http://afaisalmarzuki.blogspot.com/2015/04/firman-allah-maha-benar.html

Catatan Kaki:
1 […. dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab - bagi orang yang berakal, mempunyai ilmu.]
2 ●Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat-ayat kebesaran Allah) bagi Ulul Albab (bagi orang yang berakal),  ●yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi sambil berkata, “Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. [QS Ali Imran 3:190-191]□□□

Saturday, August 1, 2015

Mueeza Kucing Kesayangan




Banyak kisah-kisah tentang kucing, karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran di sekitar manusia. Bahkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam juga memiliki kucing peliharaan, dan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyayangi keluarga sendiri.



   Dalam perkembangan Peradaban Islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan Islam. Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa Dinasti Mamluk, Baybars Al-Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam. Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok Masjid Tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

D
iceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wasallam memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali.

   Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam menerima tamu di rumahnya, Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam selalu menggendong Mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, Nabi  Shalallahu ‘Alayhi Wasallam berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.





   Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadits shahih Al-Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar Radhiyullahu Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda, ”Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada dilantai.” [HR Bukhori]

Tak hanya Nabi Shalallahu 'Alayhi Wasallam, istri Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadits, Abdurrahman bin Sakhr Al-Azdi diberi julukan Abu Hurairah “sebagai bapak para kucing jantan”, karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.


●●●


   Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam menekankan di beberapa haditsnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci. Lantas kenapa Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Mari kita lihat fakta-fakta ilmiah pada Kucing:

FAKTA 1, Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

FAKTA 2, Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Selanjutnya diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:

1. Hasil yang diambil dari kulit luar ternyata negatif dari adanya kuman, walaupun dilakukan berulang-ulang.

2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.

3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.

4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.

5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.


Kesimpulannya, dari berbagai sumber yang dapat dipercaya dari hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.


Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman:

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.

Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing. Sedang pada manusia terdapat kuman sebanyak seperempat yang terdapat pada anjing. Pada kucing terdapat kuman sebanyak setengah yang terdapat pada manusia.

Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang benama lysozyme.

Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air seperti pada lumpur, genangan hujan, dan lain lainnya. Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya, dengan itu ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

FAKTA 3, Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia. Sisa makanan kucing hukumnya suci.

Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam  pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).” [HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah].

Diriwayatkan dari Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam  pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, Beliau Shalallahu ‘Alayhi Wasallam berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum, lalu berwudhu. Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah Radhiyallahu Anha semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah Radhiyallahu Anha , tenyata Aisyah Radhiyallahu Anha sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah Radhiyallahu Anha menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah Radhiyallahu Anha lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah Radhiyallahu Anha memakannya.

   Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam  bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah Radhiyallahu Anha pernah melihat Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi Wasallam  berwudhu dari sisa jilatan kucing. [HR Al-Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni].

Hadis ini diriwayatkan dari Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampai jadi hewan peliharaan kesayangan Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma. Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup pada binatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?


Toxoplasmosis

   Kalau ada yang paling trauma dengan toxoplasmosis tentulah dia dari kalangan ibu atau para wanita. Betapa tidak, konon toxoplasma adalah penyebab kemandulan wanita atau hidrocephalus pada bayi yang dilahirkannya.

Toxoplasma juga erat dihubung-hubungkan dengan kucing yang biasa berkeliaran di sekitar rumah kita. Maka tak heran jika akibatnya si kucing lucu yang tak berdosa itu menjadi “kambing hitam” bahkan lebih parah, menjadi “monster” yang dibenci dan ditakuti oleh sebagian orang, terutama ibu-ibu atau para wanita tadi. Sebenarnya apa sih toxoplasmosis itu? Dan benarkah tuduhan yang ditujukan pada kucing sebagai penyebab timbulnya toxoplasmosis pada manusia? Tulisan ini mencoba menjawab keresahan yang ditimbulkan akibat kurangnya pengetahuan kita tentang seluk beluk toxoplasmosis dan cara penularannya.

   Penyakit Toxoplasmosis berasal dari infeksi parasit toxoplasma gondii, perlu digarisbawahi “parasit” bukan virus seperti yang sering salah kaprah ditudingkan oleh orang-orang yang “emoh” dengan kucing. Parasit toxoplasma ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop elektron. Toxo artinya lengkung dan plasma artinya bentuk karena memang parasit ini berbentuk seperti bulan sabit jika dilihat dengan mikroskop. Sedangkan gondii diambil dari nama hewan sejenis tikus yang diketahui pertama kali mengandung organisme ini yaitu pada tahun 1908 di Tunisia, sedangkan pada manusia baru ditemukan pada tahun 1923 di Cekoslowakia.


Bagaimana penularannya pada manusia?

   Pemahaman yang sering berkembang di masyarakat awam adalah bahwa toxoplasma adalah virus yang terdapat pada bulu atau kotoran kucing dan dapat menimbulkan kemandulan wanita atau cacat (hydrocephalus) pada bayi yang dilahirkannya. Pemahaman ini harus segera diluruskan. Bahwa toxoplasma bukanlah virus telah dijelaskan di atas. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu: Pertama, secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya. Kedua, memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang). Ketiga, infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan. Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital. Keempat, melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis. Itu saja!

   Satu hal yang juga perlu dicermati adalah bahwa penyakit ini tidak mengenal gender, artinya ia tidak saja menginfeksi wanita tapi kaum pria pun tidak sedikit yang terinfeksi. Penyakit ini pada umumnya tergolong penyakit yang asimptomatis, maksudnya tidak menampakkan tanda-tanda klinis pada korban yang terinfeksi. Penderita toxoplasmosis juga tidak selalu menyebabkan kemandulan atau keguguran si jabang bayi, tapi bisa juga menyebabkan radang paru-paru, hydrocephalus, gangguan penglihatan sampai kebutaan. Tapi sering pula tidak menimbulkan gangguan apa-apa. Biasanya toxoplasmosis akan menampakkan gejala klinis jika ada interkurensi infeksi misalnya dengan virus atau protozoa lain atau pada kondisi stress dan immunosupresi (penurunan daya tahan tubuh, seperti pada penderita kanker dan AIDS).


Lantas, hubungannya dengan kucing?

   Kucing dan juga hewan-hewan lain dari famili fellidae seperti harimau Cheetah, harimau Leopard dan lain-lain merupakan induk semang defenitif dari toxoplasma gondii, penyebab toxoplasmosis. Jadi seandainya di dunia ini tidak ada kucing dan hewan sebangsanya itu maka parasit toxo pun tak dapat menyempurnakan siklus hidupnya. Tapi lantas bukan berarti kita harus “menghabisi” hewan yang disayang Nabi Shalallahu ‘Alayhi Wasallam ini. Tidak semua kucing harus dituduh sebagai penyebab toxoplasmosis, sangat kasihan jika ternyata mereka harus ditelantarkan. Pun sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit toxoplasma, karena pada hakekatnya semua hewan berdarah panas termasuk burung dan mamalia bisa terinfeksi parasit ini, yaitu sebagai induk semang perantaranya (intermediate host). Hanyasaja hewan-hewan intermediated host ini tidak bisa menulari manusia selama kita tidak mengkonsumsinya. Beda dengan kucing. Karena pada usus halus kucinglah toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces - buang kotorannya. Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi “sangat berdosa” bagi sebagian kita sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” toxoplasma di tubuhnya. Ini tidak adil, bukan? Lantas, perlakuan “adil” bagaimana yang seharusnya kita tempuh agar kucing tak lagi tertuduh dan kita juga terhindar dari bahaya?

 Berikut adalah tipsnya:

1. Sediakan pasir/tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari.
2. Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa.
3. Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, tapi masaklah terlebih dahulu.
4. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
5. Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
6. Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
7. Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
8. Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging dan jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya.
9. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi toxoplasma.
10. Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakannya buang kotoran tidak sembarangan yaitu di kamar mandi sehingga mudah dibersihkan.

   Terakhir, sesungguhnya bukan sebab seseorang memelihara kucing atau tidak, juga bukan karena seseorang “akrab” dengan kucing atau tidak yang membuka peluang terkena penyakit toxoplasmosis ini, melainkan bagaimana cara orang tersebut menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Karena seorang yang teramat “anti” dengan kucing pun bisa saja terinfeksi toxoplasma jika tidak peduli dengan kebersihan. Misalnya malas mencuci tangan saat hendak makan atau gemar memakan daging mentah atau setengah matang. Dan sebaliknya, seorang yang hidup dengan banyak kucing disekelilingnya bisa tetap aman dari toxoplasmosis selama dia peduli dan menjaga kebersihan. Mudah-mudahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar rumah kita terhindar dari ancaman toxoplasma yang selama ini menakutkan. Wallahu ‘alam bish shawab. □AFM

 Bagaimana sayangnya manusia zaman kini lihat saja seperti dibawah ini, untuk melihatnya klik pada tanda httpsnya:


 Sumber:
nurazizah29.wordpress.com islamislogic.wordpress.com. □□□

Blog Archive